Mau beli Smartphone ecek-ecek ? Baca ini.

Pabrikan smartphone khususnya yang berbasis Android sudah sangat menjamur di pasar internasional. Mulai dari vendor yang mempunyai reputasi seperti Samsung, Sony, Motorola tak ketinggalan juga vendor "Anonymouse" ikut turun tangan di pasaran smartphone.



Tak jauh dari soal harga, vendor ecek - ecek biasanya mematok harga dengan sangat murah sebagai daya pikatnya untuk menarik hati konsumen. Namun disisi lain, kalian harus tau kerugian yang di sebabkan jika kalian membeli smartphone ecek - ecek terutama soal privasi pengguna.

Btw maksud dari smartphone ecek - ecek itu apa ya ? Okey, jadi penggalan kata ecek - ecek itu saya angkat dari bahasa jawa yang mempunyai arti kurang lebih "main - main" atau "gampangan" kalo lawan katanya cewe  (cewe ecek -ecek ) piss heheh. Sama seperti smartphone ecek - ecek yang bisa kita ukur soal kualitas, dukungan dan kenyamanaan. Kita kenal juga smartphone ecek - ecek ini sebagai "Pocin" atau smartphone tiruan.

Berikut Adalah Kerugian Yang Ditimbulkan.

1. Sistem disisipi Virus/Adware


Kerugian pertama adalah soal virus. Vendor seperti ini dalang di balik virus android semakin mencutat. Karena sistem Android sifatnya bebas, Tidak sedikit dari mereka yang memanfaatkannya untuk mengambil untung secara cepat dengan membenakan Adware kedalam sistem.

Saya berani menulis seperti ini bukan tanpa alasan. Kebanyakan teman yang minta tolong ke saya karena kasus iklan di android yang sangat mengganggu pengguna. Parahnya disini, virus di letakan pada folder sistem yang membutuhkan akses root jika mau menghapusnya. Yang lebih repot lagi jika virus itu termasuk kedalam file sistem. Jadi ketika virus itu di hapus maka akan terjadi bootloop atau gagal booting.

2. Spesifikasi penuh dengan drama


Percaya sama tulisan di box yang katanya mempunyai ruang penyimpanan 64GB, Ram 2GB, CPU Octa Core. Pas di beli dan di cek dengan bantuan aplikasi CPU-Z hasilnya sungguh bikin sakit. Apa yang tertulis pada Box itu "preet" semua.

Ceritanya teman saya pamer momory internal yang bejibun sampai 64Gb padahal harga hapenya cuma lima ratusan, ini gila kata hati saya.. Langsung saya konekin ke pc saya untuk memeriksa kebenarannya. Dan yang terjadi lagi lagi "preet", 1gb pun  gak nyampe. Pikiran saya, masa 64Gb yang kebaca cuma 1gb doang. Sisanya kemana ? Di pakai filesistem mustahil segede itu, bahkan Linux desktop juga hanya perlu 2GB untuk menampung filesistem, lah ini cuma smartphone. Belagu amat.

3. Kualitas Hancur Parah


Selalu ingat "Ada Harga Ada Rupa". Siapapun tidak mau rugi termasuk vendor ecek - ecek itu, tidak mungkin menjanjikan spesifikasi tinggi dengan harga yang sangat amat murah. Jika pun ada itu hanya Modus.

Seperti yang akan saya bahas kali ini. Vendor ecek - ecek selalu menebar pesona dengan iming iming spesifikasi tinggi dengan harga yang jauh lebih murah. Berikut adalah minusnya
  • Teknoligi LCD alakadarnya. Hitam dan putih di anggap sama.
  • Kamera cuma terang pas di zom rata semua, gak tau mana objek dan background
  • Hardware sensitif. belum di pencet sudah mencet sendiri. Teknoligi apaan ini.
  • CPU Pasti menggunakan mediatek yang cacat pada urusan GPS

4. Tidak ada dukungan.


Jelas saja tidak ada dukungan, tujuan mereka cuma buat nyari untung bukan nyari nama. Yang penting untung gede persetan dengan reputasi.

Jika sudah begini anggap lah kita yang bertanggung jawab atas smartphone kita sendiri, mau smartphone kita lcd nya rusak ya kita harus benerin sendiri, ketika smartphone kita Bootloop ya harus bikin Firmwarenya sendrir. pokoknya sedih dah tanpa dukungan, sama juga dengan hidup tanpa support dari orang - orang.

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman mu yang sedang berancana membeli smartphone ecek - ecek.

Related Posts

Previous
Next Post »